REPOSITORI dan DEKSTOP ENVIRONTMENT


REPOSITORI
Repository adalah tempat penyimpanan kumpulan-kumpulan software/aplikasi yang bisa didownload/diambil untuk digunakan. Atau definisi yang lebih mudah mengenai repository adalah sebuah arsip/arsip software yang ada di Internet dan kita bebas untuk men-download dan menggunakannya.
Pada dasarnya setiap menginstall software di Linux dibutuhkan repository, maka Linux akan mencari software tersebut di repository jika telah ditemukan maka proses instalasi bisa dilanjutkan.
Repository di Ubuntu Linux dibagi ke dalam 4 area:
Main adalah software yang didukung secara resmi.
Restricted adalah Software yang didukung tapi tidak seutuhnya free license.
Universe adalah Software yang dikelola oleh komunitas
Multiverse adalah Software yang tidak free
Dalam hal Ubuntu, banyak sekali repository-repository ekstra yang tidak di maintain oleh Canonical, sponsor utama Ubuntu. Repository-repository un-official ini dimaintain oleh kelompok-kelompok, proyek-proyek , organisasi-organisasi atau sekedar perorangan. Untuk Universitas Brawijaya, repository un-official bisa diakses di http://singo.ub.ac.id/
Berikut ini merupakan beberapa contoh repository:

Cara mengubah / menambah repository
- Buka terminal, tekan Ctrl + Alt + T atau klik manu Application  Accessories  Terminal.
- Masuk ke root kemudian ketik $ sudo su setelah itu masukkan password anda.
- Masuk ke file konfigurasi untuk mengedit atau menambah repository, ketik $ sudo /nano/etc/apt/source.list.
Buka http://singo.ub.ac.id/penggunaan/ untuk mencari repository Ubuntu 11.10.
-Setelah repository ditemukan, kemudian copy kode dari singo.ub.ac.id ke source.list.
-Tekan Ctrl + X, lalu tekan Y, lalu tekan Enter.
-Untuk mengecek apakah server repository sukses dirubah, gunakan code sudo apt-get update.
-Dengan segera Ubuntu mengupdate ke server repository, tunggu sampai Ubuntu selesai mengupdate/done!.

DEKSTOP ENVIRONTMENT
Ubuntu dilengkapi dengan banyak pilihan Desktop Environment, di antaranya yang paling terkenal adalah GNOMEKDE,Xfce, dan LXDE.
§  GNOME: Semenjak pertama dirilis hingga saat ini GNOME merupakan desktop environment standar Ubuntu (Unity berdiri di atas platform GNOME). GNOME merupakan salah satu desktop environment yang paling populer di Linux dan dipergunakan secara luas. Pada April 2011, GNOME memperkenalkan GNOME Shell, sebuah framework yang terfokus. Banyak dari pengguna Ubuntu yang sudah beralih ke GNOME Shell karena tampilannya yang menarik.
§  Unity: Semenjak Ubuntu 11.04, Ubuntu telah menggunakan Unity sebagai Desktop Environment standarnya. Tidak seperti GNOME, KDE, Xfce, dan LXDE; Unity bukan merupakan kumpulan software melainkan hanya desktop environment yang menggunakan gtk+ yang sudah ada, dan berjalan di atas platform GNOME. Pada awal peluncurannya di Ubuntu 11.04, Unity menuai kritik yang sangat banyak karena masih memiliki banyak masalah, sehingga pada awalnya banyak pengguna masih memilih untuk memilih GNOME. Namun semenjak Unity disempurnakan pada Ubuntu 11.10, Unity kini lebih bebas dari masalah, dan efek visualnya semakin bagus.
§  KDE: (K Desktop Environment) merupakan desktop environment standar pada Kubuntu. KDE terkenal dengan desktop plasma-nya, namun desktop plasma tersebut membutuhkan daya hardware yang lebih besar pula sehingga tidak semua komputer dapat menjalankannya.
§  Xfce: Xfce adalah proyek desktop environment yang tujuannya adalah menciptakan desktop yang membutuhkan sedikit sumber daya hardware. Namun kebutuhan sumber daya hardware Xfce masih lebih tinggi dari pada LXDE. Xfce merupakan desktop environment standar Xubuntu.
§  LXDE: LXDE adalah proyek desktop environment yang bertujuan untuk membuat desktop yang cepat dan hemat energi. LXDE merupakan desktop environment standar Lubuntu.
1. Ubuntu 10.04 dengan GNOME 2
 
2. GNOME Shell
 
3. Unity pada Ubuntu 11.10
 
4. Desktop Plasma KDE
 
5. Xubuntu 11.10
 
6. LXDE desktop
 

Cara mengganti Desktop Environment pada Ubuntu 11.10
Kita dapat mengubah desktop yang kita gunakan karena beberapa hal, misalnya karena kebiasaan, karena tampilan yang lebih menarik maupun karena hardware kita yang memang minim. Dari banyak desktop environment tersebut salah satunya adalah  KDE, Xfce, dan Lxde. Langkah-langkah install desktop tersebut pada Ubuntu 11.10 adalah sbb:
1.      Install GNOME 3
 
Pada terminal silahkan ketik sudo apt-get install gnome-shell
atau pada Ubuntu sofware center dengan search gnome shell.

2.      Install KDE
 
Pada terminal ketik:
sudo add-apt-repository ppa:kubuntu-ppa/backports
sudo apt-get update
sudo apt-get install kubuntu-desktop
sudo apt-get install plasma-netbook

3.      Install Xfce
 
Pada terminal ketik:
sudo add-apt-repository ppa:xubuntu-ppa/backports
sudo apt-get update
sudo apt-get install xubuntu-desktop
atau lebih mudah dengan cara ketik:
sudo apt-get install xfce

 4.      Install Lxde
 
Pada terminal ketik:
sudo add-apt-repository ppa:lubuntu-ppa/backports
sudo apt-get update
sudo apt-get install lubuntu-desktop
atau lebih mudah dengan cara ketik:
sudo apt-get install lxde
Cara tersebut di atas hanya dapat dilakukan jika komputer kita online. Dari ke-4 Desktop tadi yang terasa ringan adalah yang Xfce dan Lxde sehingga cocok untuk komputer lama atau jika Anda ingin ubuntu 11.10 bekerja lebih cepat bisa Anda mencobanya.
Setelah terinstall, kita dapat menggunakan desktop yang kita inginkan dengan memilih pilihan pada saat login awal.

Belum ada Komentar untuk "REPOSITORI dan DEKSTOP ENVIRONTMENT"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel